Kamis, 08 Juni 2017

Harus Didukung! 32, 87 Persen Orang Indonesia Memilih Pengobatan Herbal Tradisional

Meskipun kedokteran modern semakin berkembang, pengobatan tradisional tetap memperoleh ruang
tersendiri di hati banyak orang. Menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional, pada tahun 2001, sebanyak 57,7 persen penduduk Indonesia melakukan pengobatan sendiri. 

Di antara mereka tadi, 31,7 persennya menggunakan obat tradisional, dan 9,8 persennya memilih cara pengobatan tradisional. Pada tahun 2004, jumlah tersebut meningkat drastis. Jumlah penduduk Indonesia yang melakukan pengobatan sendiri menjadi 72,44 persen, dimana 32, 87 persennya menggunakan obat tradisional. 

Di Indonesia, jumlah pengobatan tradisional juga semakin banyak. Lima belas tahun yang lalu, Depkes RI mencatat ada 280.000 pengobat tradisional yang membuka praktik. Meskipun saat ini data konkretnya belum diperbarui, bisa dipastikan kini jumlahnya lebih banyak lagi. Bertambahnya jumlah pengobat tradisional ini menggembirakan, karena memberi lebih banyak pilihan layanan bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas kesehatan. 

Apa itu pengobatan tradisional? Di dunia ini ada banyak jenis pengobatan. Dua kelompok terbesar di antaranya adalah pengobatan konvensional (modern) dan pengobatan non konvensional (tradisional). Negara-negara yang menggunakan istilah pengobatan tradisional biasanya merupakan negara yang lebih banyak mengembangkan pelayanan bermetode empiris. Sementara negara yang menggunakan istilah CAM umumnya sudah memberikan pelayanan tradisional bersama pengobatan konvensional. Mulai dari penggunaan produk alami, pendekatan pikiran dan tubuh (mind and body medicine), dan pengobatan dengan memanipulasi bagian tubuh. Di Indonesia, istilah yang digunakan adalah pengobatan tradisional, alternatif, atau komplementer.

Pemerintah memberi dukungan total Secara formal dan konstitusional, pengakuan terhadap kehadiran pengobatan tradisional tercantum dalam Undang-Undang No.36 tahun 2009. Dalam pasal-pasal tentang Kesehatan tersebut, pengobatan tradisional termasuk 1 dari 17 macam pelayanan kesehatan yang berperan mendukung masyarakat untuk mencapai derajat kesehatan yang setinggi mungkin. 

Secara hukum,undang-undang ini menempatkan pelayanan kesehatan tradisional pada posisi yang setara dengan layanan kesehatan lain. Berangkat dari Konferensi Internasional Kesehatan Tradisional ke-2 yang diselenggarakan di Hanoi, Vietnam, tahun 2010 lalu, negara-negara ASEAN juga sepakat untuk mengintegrasikan pengobatan tradisional ke dalam sistem kesehatan nasional. Khusus tentang jamu, misalnya, Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden RI, melalui Amanat Presiden yang disampaikan di Istana Negara pada tanggal 27 Mei 2008, juga mengamanatkan agar jamu dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Read more at http://beritaenam.com/harus-didukung-32-87-persen-orang-indonesia-memilih-pengobatan-herbal-tradisional#HTMMzZbIyhu9C2hL.99